Puluhan tahun menurut fayakhun bakamla sebelum perang suriah irak dan konflik di libya yaman afghanistan dan lainnya, syeh ramadhan al buthi dan said ramadhan al buthi memprediksi, kalo virus ijtihad ini tidak segera dibendung, maka umat islam di dunia akan hancur lebur. waktu negara2 Barat melakukan kolonialisasi terutama di negara islam, studi orientalisme sangat gencar dilakukan untuk mempelajari dunia timur dengan semua aspeknya, sehingga seluruh seluk beluk umat Islam terpetakan, baik ras, suku, madzhab, aliran, politik, kitab2 dan semuanya. Paska kolonialisme, studi orientalisme dilanjutkan dengan studi psikopolitik dan psychowar. Seperti yg dilakukan
- RAND corporation
- hudson institute
- heritage foundation
- Planning research corporation
- international institute for applied behavioral science
- brookings institution
- tavistoc institute
- open society institute
- stanford research institute dan banyak lagi
Operasi menyebarkan virus ijtihad ini ada 2 front
- front fundamentalisme, yaitu inggris membantu membentuk gerakan wahabi dengan menghidupkan kembali pemikiran ibnu taimiyah.
- front modernisme
Kedua gerakan ini menyerukan kembali ke Qur'an dan hadis.
Golongan pertama dengan pikiran fundamentalisme ibnu taimiyah seperti konsep islamic statenya yang ultra ekstrim, sedangkan golongan modernis kembali ke qur'an hadis dengan dipadukan pemikiran Barat dan liberalisme rasionalnya. meski berbicara tentang Masa depan umat islam, tapi inti dari timbulnya golongan ini adalah memecah belah jamaah islam. Kedua golongan ini mendapat bantuan dari Barat.
kelompok fundamentalis seperti syeikh nasr al albany dan syeikh muhamad sulthon al ma'shumi al khajandi dalam Bukunya yang berjudul Halil Muslimu mulzamun bittibai madzhabin muayyan minal madzhahibil arbaah menyatakan taqlid itu bid'ah kufur, bermadzhab adalah sesat karena menganggap imam sebagai Tuhan. Dalam majmu' fatawa ibnu taimiyah menyatakan bahwa membagi fiqih dalam ushul dan furu' adalah bid'ah. golongan ini juga menyatakan mengambil hukum langsung dari qur'an dan hadis adalah perbuatan orang ma'shum, terhindar dari dosa, sedang mengikuti imam madzhab berarti mengikuti orang yg tidak ma'shum,kufur . Itulah kenapa golongan ini banyak menyerang ulama dan menganggap amalan mereka sebagai bid'ah dan mudah menganggap umat muslim lain sebagai kafir, halal darahnya. Waktu kaum fundamentalis dengan dibantu saudi dan inggris ini menyerang makah madinah Banyak menimbulkan korban para ulama madzhab dan membongkar makam ulama termasuk ingin membongkar makam nabi muhamad. Menurut golongan ini, setiap umat muslim bisa langsung ijtihad mengambil langsung qur'an hadis, meski dia orang awam.
Kelompok modernis, golongan ini tidak suka mengkafirkan, tapi suka mengkritik ulama sebagai jumud, kolot dan tidak peka terhadap perkembangan zaman. Mereka menganggap ulama masih berkutat pada tradisi kitab kuning yg sudah usang dan tidak mampu menjawab Tantangan zaman. Kelompok ini langsung mengambil dari qur'an dan hadis lalu dikontekskan dengan modernitas. Kelompok ini sebenarnya sama dengan kaum fundamentalis dan ingin memisahkan umat dari ulama dan madzhab, serta sedikit demi sedikit memisahkan hukum Islam dalam kehidupan sosial politik dan hanya berkutat sebatas persoalan ubudiyah. Hal ini mirip yg dilakukan Orientalis Belanda di indonesia seperti snouck hurgronje, Rinkes dan lainnya yg membatasi islam sebatas ritual dan melarang menerjemahkan qur'an.
baca: fayakhun bakamla sosok pemimpin
Di sini umat islam terbagi 3, yaitu fundamentalis, modernis, tradisionalis. Antara kaum tradisionalis, modernis dan fundamentalis tidak pernah ketemu. Kaum modernis menganggap fundamentalis sebagai orang goblok, kaum tradisionalis sebagai orang kolot. Kaum fundamentalis menganggap modernis sebagai kafir, tradisionalis dianggap bid'ah. Sedang kaum tradisionalis menganggap mereka berlebihan terhadap agama. Inilah yg diprediksi oleh almarhum syeh ramadhan al buthi sebagai fitnah dan awal hancurnya islam
radikalisme fayakhun bakamla
Dalam sejarah islam, tajdid dan mujadid itu tidak pernah menggunakan cara yg bisa memecah belah. Ibnu taimiyah yang sangat ekstrim ditangkap para ulama mesir dan syams karena menimbulkan gejolak. Tajdid itu dalam banyak hal misalnya syeh abdul qodir Jailani, syeikh abu hasan asy syadzily, syeikh naqshabandy, al ghazaly adalah mujadid dalam tasawuf, umar bin abdul azis adalah mujadid dalam politik, ibnu rusd, ibnu sina, ibnu khaldun, al razy, ibnu haitsam adalah mujadid dalam filsafat dan sains . Imam hanafi, maliki, syafii, hambali, mawardi, suyuthi syatibi adalah mujadid dalam fiqih, ibnu arabi, mullah shadradin as shirazi adalah mujadid dalam teosofi dan hikmah dan masih banyak lagi.. Kalo menimbulkan kekacauan dan peperangan bukanlah mujadid.Dalam pemikiran modern hasan hanafi, nasr hamid abu zaid, dengan konsep turats wa tajdidnya bisa dikategorikan sebagai mujaddid. Mereka menggabungkan pembacaan turots, kitab kuning dan pemikiran filsafat dan ilmu pengetahuan modern untuk membaca realitas.
demikian riset fayakhun bakamla

Tidak ada komentar:
Posting Komentar