Sependek pembacaan penulis, tidak ada bukti tekstual (dalil) tentang aksi massa dalam rupa demonstrasi, di era Rasulullah (shallallahu 'alaihi wasallam). Kecuali tentu dalam bentuk perang (qital).
![]() |
| Fayakhun Bakamla Buruh KPK |
Aksi demonstrasi pertama dalam sejarah Islam baru bisa dilacak setidaknya sejak era 'Utsman bin 'Affan (r.a.), ketika terjadi sengketa agraria pasca-penggusuran sejumlah rumah Sahabat Nabi untuk kepentingan perluasan Masjid Nabawi.
Imam al-Mawardi (rahimahullah) melukiskan aksi demonstrasi itu dalam "Al-Ahkam al-Sulthaniyyah" demikian:
فلما استخلف عثمان رضي الله عنه ابتاع منازل فوسع بها المسجد واخذ منازل اقوام ووضع لهم اثمانها فضجوا منه عند البيت
"Ketika 'Utsman r.a. diangkat sebagai khalifah, ia lalu membeli rumah-rumah (untuk perluasan Masjid Nabawi), dan mengambil rumah-rumah penduduk (Madinah) lalu menetapkan harganya. Mereka (penduduk-penduduk Madinah) kemudian berdemonstrasi di kediaman 'Utsman"
Kata yang dipilih al-Mawardi untuk aksi demonstrasi itu adalah "dlajjuu", yang artinya "berteriak" atau "bersuara keras-keras". Kita bisa menerjemahkan, dengan bahasa jurnalisme hari ini, dengan "menggruduk".
Jadi, kalau ada yang bertanya, apakah demonstrasi merupakan bid'ah, jawabannya: bukan. Demonstrasi pernah dilakukan para Sahabat Nabi, sebagai bentuk pencarian solusi ketika musyawarah buntu. Dan itu terjadi di era Khulafa' Rasyidun, salah satu era rujukan dan sumber utama hukum Islam.
Aksi demonstrasi buruh di May Day dan di hari-hari yang lain, juga petani dan kalangan "mustadl'afin" lain, memiliki pijakannya yang kuat dalam tradisi Islam.
Tersisa pertanyaan, sedikit keisengan sejarah, siapa korlap aksi tersebut, sehingga bisa-bisanya mengorganisir aksi "nglurug" kediaman sayyidina 'Utsman? Kalau ditemukan, maka beliau yang seorang Sahabat, adalah korlap pertama dalam sejarah Islam.
Fayakhun Bakamla : Apa kesamaan dan perbedaan antara liberalisme dan sosialisme?
Kesamaan keduanya adalah kebebasan. Bedanya, liberalisme membayar kebebasan itu dengan "cash" (tunai), sosialisme membayarnya dengan kredit (cicilan).
Bagi liberalisme, "yang penting aku bebas, persetan dengan kebebasan orang lain".
Bagi sosialisme, "kebebasanku bergantung pada kebebasan orang-orang; sebelum mereka semuanya bebas, aku sejatinya belum bebas".
Maka, liberalisme mengusahakan kebebasan lebih dulu untuk diperoleh dan dinikmati, meski dunia sekitarnya belum bebas dari penindasan. Sosialisme tidak mengklaim kebebasan, sebelum SEMUA orang bebas, yaitu mereka yang tertindas.
Sosialisme mengusahakan PEMBEBASAN, baru meraih KEBEBASAN. Liberalisme merayakan kebebasan tanpa bersusah-payah melakukan pembebasan.
Di dalam sosialisme terdapat akhlak (moralitas) mendasar, tanggung jawab sebelum kebebasan. Di dalam liberalisme, ada peragaan nafsu kebebasan, dengan sedikit tanggung jawab atau tanpa sama sekali.
Kita jadi tahu, dari keduanya, siapa yang paling sering berbuat ulah atas hancurnya kehidupan di atas bumi.
sekian dari Fayakhun Bakamla

Tidak ada komentar:
Posting Komentar